Kamis, 31 Mei 2018

Pengertian Tenis Meja
Pengertian Tenis Meja adalah sebuah olahraga yang dimainkan oleh dua pasangan (ganda) atau dua orang (tunggal) yang berlawanan. Permainan ini dimainkan menggunakan raket yang terbuat dari kayu berlapis karet atau yang biasa disebut dengan bet. Induk permainan tenis meja di Indonesia adalah PTMSI atau Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia. Sedangkan di dunia adalah ITTF atau International Table Tenis Federation.

Sejarah Tenis Meja
Permainan tenis meja mulai populer di Inggris sejak abad ke-19 dengan nama gossima, pingpong, dan whiff whoff, lalu berganti nama menjadi table tenis atau tenis meja. Olahraga ini mulai dikenal pada tahun 1901 karena diadakannya sebuah turnamen, buku tentang tenis meja, serta kejuaraan tidak resmi pada tahun 1902.
Permainan tenis meja dilarang di Russia pada awal 1900-an. Hal ini terjadi karena penguasa pada zaman itu percaya bahwa memainkan tenis meja memiliki efek negatif pada penglihatan pemain.

Pada tahun 1921, TTA atau Asisoasi Tenis Meja dibuat di Inggris dan diikuti oleh ITTF atau Federasi Tenis Meja Internasional pada tahun 1926. Kota London menjadi tuan rumah kejuaraan resmi pertama pada tahun 1926. Kemudian, pada tahun 1933, Asosiasi Tenis Meja Amerika Serikat dibentuk.                                    
Tahun 1930, Edgar Snow memberikan komentar di Red Star Over China bahwasannya pihak komunis mempunyai hasrat untuk tenis meja asal Inggris yang menurutnya ganjil.

Kemudian pada tahun 1950-an, raket yang masih menggunakan lembaran karen digabungkan dengan lapisan spons dan mengubah permainan secara dramatis serta meningkatkan kecepatan perputaran bola. Penggunaan lem cepat dapat meningkatkan kecepatan dan perputaran bola leboh jauh yang menghasilkan perubahan peralatan untuk menurunkan kecepatan permainannya.

Dan pada akhirnya, tenis meja mulai diperkenalkan sebagai cabang Olimpiade pada tahun 1998. Hingga saat ini, tenis meja masih sangat populer di masyarakat seluruh dunia.
Teknik Dasar Tenis Meja
1. Memegang Bet
Shakehand Grip atau memegang bet seperti berjabat tangan. Teknik ini banyak digunakan para pemain profesional karena sangat populer di negara Eropa. dengan teknik ini, pemain dapat menggunakan seluruh (kedua) sisi bet.
Penhold Grip atau memegang bet seperti memegang tangkai pena. Teknik ini dikenal dengan nama Asia grip. Dengan teknik ini, pemain hanya dapat menggunakan satu sisi bet saja.
Seemiller Grip atau memegang bet seperti berjabat tangan, pada bet bagian atas diputar dari 20-90 derajat ke arah tubuh, jari telunjuk menempel di sepanjang sisi bet. Teknik ini banyak digunakan para pemain profesional.

2. Pukulan Forehand dan Backhand

a. Melakukan pukulan Forehand dan Backhand lurus:
Bola dilambungkan ke teman
Dilakukan berpasangan atau kelompok
Yang sudah melakukan pukulan forehand/backhand da pelambung bergerak berpindah tempat

b. Melakukan pukulan Forehand dan Backhand menyilang meja:
Bola dilambungkan oleh teman dan dipantulkan ke meja dengan pukulan servis
Dilakukan berpasangan atau kelompok
Yang sudah melakukan pukulan backhand dan pelambung bergerak berpindah tempat

3. Servis

a. Servis Forehand dan Backhand lurus bidang servis:
Dilakukan berpasangan atau kelompok
Yang sudah melakukan servis bergerak berpindah tempat

b. Servis Forehand dan Backhand secara menyilang:
Dilakukan berpasangan atau kelompok
Yang sudah melakukan service bergerak berpindah tempat

c. Servis Forehand dan Backhand ke sasaran:
Dilakukan berpasangan atau kelompok
Yang sudah melakukan service bergerak berpindah tempat

4. Smash

a. Smash Forehand
Posisikan kaki kiri berada di depan dan kaki kanan di belakang. Miringkan badan sedikit ke kanan sehingga berap badan bertumpu pada kaki kanan
Tarik lengan ke belakang, pinggang sedikit dimiringkan ke kanan
Setelah bola memantul dan mencapai titik teratas, ayunkan lengan dari bawah ke atas, pukul dan tekan bola ke bawah dengan bantuan pergelangan tangan.

b. Smash Backhand
Posisikan kaki kanan di depan dan kaki kiri di belakang. Miringkan badan sedikir ke kiri sampai pundak menghadap meja
Tarik lengak bawah ke kiri, ke belakang dan melebihi tinggi meja
Setelah bola memantul dan mencapai titik teratas, ayunkan lengan bawah ke depan arah kanan, kemudian pukul bola. Pergelangan tangan digunakan untuk menekan bola serta mengatur arah, dan berat badan berpindah dari kiri ke kanan.

Ukuran Lapangan Tenis Meja
a. Ukuran Meja Lapangan

Panjang dan lebar meja : 274 cm dan 152,5 cm
Tinggi meja dari lantai lapangan : 76 cm
Tebal garis sisi : 2 cm
Luas : 4,1785 meter persegi

b. Ukuran Tiang dan Jaring Net

Panjang net : 183 cm
Lebar/Tinggi net : 15,25 cm
Jarak meja ke tiang : 15,25 cm
Luas net : 0,279075 meter persegi
Pengertian Softball
adalah olahraga bola beregu yang terdiri atas dua tim. Permainan softball lahir di Amerika Serikat, diciptakan oleh George Hancock di kota Chicago pada tahun 1887. Softball merupakan perkembangan dari olahraga sejenis yaitu bisbol (baseball) atau hardball.
Bola softball saat ini berdiameter 28-30,5 cm; bola tersebut dilempar oleh seorang pelempar bola (pitcher) dan menjadi sasaran pemain lawan yang memukul (batter) dengan menggunakan tongkat pemukul (bat). Terdapat sebuah regu yang berjaga (defense) dan tim yang memukul (offense). Tiap tim berlomba mengumpulkan angka (run) dengan cara memutari tiga seri marka (base) pelari hingga menyentuh marka akhir yaitu home plate
Teknik Dasar Permainan Softball
1. Teknik Dasar Melempar Bola
Dalam melakukan teknik dasar melempar bola, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah cara memegang bola. Bola dipegang sedemikian rupa sehingga bola dan telapak tangan masih terdapat rongga, jadi bola tidak menempel pada telapak tangan. Jari telunjuk dan jari tengah untuk menekan bola, sedangkan ibu jari dan jari lainnyasebagai penahan bola agar tidak jatuh.
Lemparan dalam softball dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu lemparan atas (overhand throw), lemparan samping (sidehand throw), dan lemparan bawah (underhand throw).
a. Lemparan atas (overhand throw)
Pada saat melempar, ayunan tangan dan langkah kaki secara bersamaan dengan berat badan bertumpu pada kaki yang di depan, badan sedikit condong ke belakang.
b. Lemparan samping (sidehand throw)
Pada waktu melempar lengan bawah sejajar dengan bahu dan sedikit lecutan pergelangan tangan.
c. Lemparan bawah (underhand throw)
Lemparan bawah digunakan biasanya dalam keadaan darurat dan dilakukan dalam waktu yang cepat, posisi tubuh membungkuk dengan kedua kaki ditekuk. (Penjasorkes Budi)
2. Teknik Dasar Menangkap Bola
Teknik menangkap bola dibagi menjadi tiga macam, sesuai dengan arah datangnya bola, yaitu:
a. Bola datar (straight ball)
Posisi badan berdiri, kaki kangkang, pandangan lurus ke depan ke arah datangnya bola, posisi kedua tangan siap di depan dada. Bola ditangkap oleh tangan yang memakai glove yaitu tangan kiri, dan tangan kanan siap melempar bola.
b. Bola lambung
Posisi badan ditempatkan tepat di mana bola akan jatuh. Bola ditangkap dengan satu tangan atau dua tangan secara bersamaan.
c. Bola menggelinding (ground ball)
Bola yang datangnya menggelinding di atas tanah ditangkap dengan cara berlutut sedemikian rupa dan tangan yang memakai glove ditempatkan tepat pada arah datangnya bola. Sedangkan tangan yang lainnya siap untuk menangkap dan melemparkan bola.
3. Teknik Dasar Memegang Kayu Pemukul (Bat)
Cara memegang kayu pemukul (bat) adalah pemukul dipegang erat-erat dengan kedua tangan merapat atau sedikit renggang dengan posisi tangan kanan di sebelah atas dan tangan kiri di sebelah bawah.
4. Teknik Dasar Memukul Bola
Dalam softball dikenal dua macam pukulan, yaitu:
a. Pukulan swing
1) Sikap awal
Berdiri dengan kedua kaki dijarangkan. Kaki kiri diputar mengarah lurus dengan pitcher. Berat badan bertumpu pada kedua kaki dan badan sedikit condong ke depan. Pemukul dipegang erat oleh kedua tangan dan posisi memukul sedemikian rupa sehingga tepat di atas bahu. Lengan kanan lebih rendah daripada lengan kiri dan pandangan lurus ke arah datangnya bola dari pitcher.
2) Sikap saat memukul
Setelah bola dilempar oleh pitcher, bola segera dipukul secara tepat dengan mengayunkan pemukul ke arah datangnya bola yang dilemparkan oleh pitcher. Kaki kanan sedikit ditekuk dan kedua tangan diluruskan.
3) Sikap akhir
Setelah bola berhasil dipukul dengan baik, diikuti dengan gerakan ayunan bat sebagai gerakan lanjutan.
b. Pukulan tumbuk (bunt)
Pukulan tumbuk adalah memukul bola tanpa harus mengayunkan pemukul tetapi cukup menahan arah datangnya bola sehingga bola akan jatuh dekat dengan si pemukul. Sikap kedua kaki pada waktu bunt cukup dengan posisi kaki disejajarkan dengan arah datangnya bola.
PENCAK SILAT 
     Pengertian pencak silat suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari kepulauan melayu. 
1. Unsur Pencak Silat
    Unsur-unsur yang terdapat dalam pencak silat adalah sebagai berikut.
  • Olahraga
  • Kesenian
  • Bela diri
  • Pendidikan mental kerohanian.
  • Persaudaraan menuju persatuan.
2. Istilah-Istilah dalam Pencak Silat 
  • Kuda-kuda: adalah posisi menapak kaki untuk memperkukuh posisi tubuh. Kuda-kuda yang kuat dan kukuh penting untuk mempertahankan posisi tubuh agar tidak mudah dijatuhkan. Kuda-kuda juga penting untuk menahan dorongan atau menjadi dasar titik tolak serangan (tendangan atau pukulan).
  • Sikap dan Gerak: Pencak silat ialah sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan). Ketika seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakannya berubah mengikuti perubahan posisi lawan secara berkelanjutan. Segera setelah menemukan kelemahan pertahanan lawan, maka pesilat akan mencoba mengalahkan lawan dengan suatu serangan yang cepat.
  • Langkah: Ciri khas dari Silat adalah penggunaan langkah. Langkah ini penting di dalam permainan silat yang baik dan benar. Ada beberapa pola langkah yang dikenali, contohnya langkah tiga dan langkah empat.
  • Kembangan: adalah gerakan tangan dan sikap tubuh yang dilakukan sambil memperhatikan, mewaspadai gerak-gerik musuh, sekaligus mengintai celah pertahanan musuh. Kembangan utama biasanya dilakukan pada awal laga dan dapat bersifat mengantisipasi serangan atau mengelabui musuh. Seringkali gerakan kembangan silat menyerupai tarian atau dalam maenpo Sunda menyerupai ngibing (berjoget). Kembangan adalah salah satu bagian penilaian utama dalam seni pencak silat yang mengutamakan keindahan gerakan.
  • Buah: Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik bertahan dan menyerang. Secara tradisional istilah teknik ini dapat disamakan dengan buah. Pesilat biasa menggunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak kaki dalam serangan. Teknik umum termasuk tendangan, pukulan, sandungan, sapuan, mengunci, melempar, menahan, mematahkan tulang sendi, dan lain-lain.
  • Jurus: pesilat berlatih dengan jurus-jurus. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan teknik-teknik lanjutan pencak silat (buah), saat dilakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan. Penggunaan langkah, atau gerakan kecil tubuh, mengajarkan penggunaan pengaturan kaki. Saat digabungkan, itulah Dasar Pasan, atau aliran seluruh tubuh.
  • Sapuan dan Guntingan: adalah salah satu jenis buah (teknik) menjatuhkan musuh dengan menyerang kuda-kuda musuh, yakni menendang dengan menyapu atau menjepit (menggunting) kaki musuh, sehingga musuh kehilangan keseimbangan dan jatuh.
  • Kuncian: adalah teknik untuk melumpuhkan lawan agar tidak berdaya, tidak dapat bergerak, atau untuk melucuti senjata mu
3. Gelanggang dan Perlengkapan dalam Pertandingan Pencak Silat
a. Perlengkapan Gelanggang Pencak Silat
  • Gelanggang dapat di lantai dan dilapisi matras setebal 5 cm, ukuran 10 m x 10 m warna dasar hijau terang dan garis putih setebal 5 cm, bidang berbentuk lingkaran diameter 8 m, lingkaran tengah diameter 3 m.
  • Meja dan kursi pertandingan.
  • Meja dan kursi wasit.
  • Formulir pertandingan dan alat tulis.
  • Jam pertandingan, gong, dan bel.
  • Lampu babak.
  • lampu isyarat berwarna merah,biru, dan kuning.
  • Bendera kecil berwarna merah dan biru.
  • Timbangan
b. Perlengkapan Bertanding Pencak Silat
  • Pakaian, menggunakan pakaian pencak silat warna hitam sabuk putih, badge IPSI di sebelah kiri.
  • Perlindungan badan (body protector) warna hitam sesuai standar IPSI.
  • Pesilat putra menggunakan pelindung kemaluan (genetile protector).
  • Gum shil
  • Perlindungan sendi.
4. Gerakan/Teknik dalam Pencak Silat
Beberapa teknik kuda-kuda dan sikap-sikap variasi lain dalam pencak silat antara lain sebagai berikut.
a. Sikap Kuda-Kuda
    Sikap berdiri kuda-kuda
adalah sikap dasar dengan posisi kaki tertentu sebagai dasar tumpuan untuk melakukan sikap dan gerakan bela serang. Latihan ini dilakukan dengan sikap tegak dan dua kepalan tangan di pinggang. Sikap ini terdiri dari sebagai berikut.
  1. Kuda-kuda depan yaitu dari posisi berdiri kuda-kuda salah satu kaki ditarik ke depan dengan lutut tetap ditekuk, sedangkan kaki lainnya di belakang dan berat badan bertumpu di kaki depan.
  2. Kuda-kuda belakang yaitu dari posisi berdiri kuda-kuda salah satu kaki berada di depan, sedangkan kaki lainnya berada di belakang dan berat badan bertumpu di kaki belakang.
  3. Kuda-kuda tengah yaitu sikap kedua kaki melebar sejajar dengan bahu dan berat badan ditopang secara merata oleh kedua kaki, dapat juga dilakukan dengan posisi serong.
  4. Kuda-kuda samping yaitu kuda-kuda dengan posisi kedua kaki melebar sejajar dengan tubuh dan berat badan bertumpu di salah satu kaki yang menekuk ke kiri dan ke kanan.
  5. Kuda-kuda silang depan dan silang belakang yaitu dari posisi sikap berdiri kuda-kuda tarik salah satu kaki secara serong ke depan kanan atau kiri, atau ke arah belakang kanan atau kiri.
b. Sikap Pasang
       Sikap pasang adalah suatu sikap siaga untuk melakukan pembelaan atau serangan yang berpola dan dilakukan pada awal serta akhir rangkaian gerakan. Sikap pasang mempunyai unsur-unsur sebagai berikut.
  • Sikap kuda-kuda
  • Sikap tubuh
  • Sikap tangan
      Sikap pasang merupakan hal yang penting dalam permainan dan pertandingan pencak silat. Sikap pasang terdiri dari sebagai berikut.
  • Sikap pasang atas
  • Sikap pasang tengah
  • Sikap pasang bawah
     Cara melaukan sikap pasang sebagai berikut
  1. Pandangan lurus ke depan.
  2. Kaki dibuka agak lebar, salah satu kaki depan, dan kedua lutut ditekuk. Hal tersebut ditujukan untuk mendapatkan posisi tubuh yang stabil dan kuat.
  3. Berat badan terletak pada kaki belakang
  4. Posisi kedua tangan melakukan sikap pasang di depan dada.
c. Sikap Tangkisan
1) Tangkisan Atas
     Salah satu tangan membentuk tinju, posisi tangan berada di depan antara ubun-ubun dan kening, dengan tujuan memberi tangkisan yang dilakukan dari bawah ke atas untuk melindungi kepala dari serangan lawan.
2) Tangkisan Belah Tengah
     Tangkisan belah tengah dilaukan dengan kedua lengan dan mengarahkan ke luar.
3) Tangkisan Silang Atas?Jepit Atas
     Tangkisan yang menggunakan kedua lengan yang menyilang dengan perkenaannya sudut persilangan lengan, arahnya dari atas ke bawah dan sebaliknya.
4) Tangkisan Luar
    Tangkisan luar dilakukan dengan membuang ke arah luar.
5) Tangkisan Bawah
    Tangkisan ini dilakukan dengan membuang arah ke luar.
d. Hindaran dalam Pencak Silat
1) Hindaran Hadap
    Menghindar dengan memindahkan kaki sehingga posisi tubuh menghadap lawan.
2) Hindaran Sisi
    Menghindar dengan memindahkan kaki sehingga posisi tubuh menyamping lawan.
e. Pukulan dalam Pencak Silat
     Pengertian pukulan dalam pencak silat adalah serangan yang dilakukan menggunakan tangan kosong sebagai komponennya. Pada prinsipnya segala teknik pukulan yang terdapat dalam pencak silat  boleh digunakan untuk menyerang bagian-bagian tubuh lawan yang disahkan untuk diserang dalam upaya memperoleh angka.
f. Tendangan dalam Pendak Silat
1) Tendangan sabit
    Tedangan sabit dilakukan dalam lintasan setengah lingkaran. Bagian yang dikenakan yaitu bagian punggung telapak kaki atau pangkal jari telapak kaki dengan sasaran seluruh bagian tubuh.
2) Tendangan Lurus
    Tendangan lurus yaitu tendangan yang menggunakan ujung kaki dengan tungkai lurus.Tendangan ini mengarah ke depan pada sasaran dengan meluruskan tungkai sampai ujung kaki. Bagian kaki yang kena saat menendang adalah pangkal bagian dalam jari-jari kaki. Posisi badan menghadap ke sasaran.
3) Tendangan T
    Tendangan T hampir sama dengan tendangan lurus, yaitu menggunakan sebelah kaki dan tungkai. Lintasannya lurus ke depan dan perkenaannya pada tumit, telapak kaki, dan sisi luar telapak kaki. Tendangan ini biasanya digunakan untuk serangan samping dengan sasaran seluruh bagian tubuh.


Pengertian permaianan bola kecil

Pengertian Permainan Bola Kecil Permainan bola kecil merupakan permainan olahraga yang menggunakan alat permainan berupa bola kecil. Je...